Masih Draf Pertemuan 2 Sistem Informasi

 MASIH DRAF

Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon · Matematika DiskritUNU Cirebon
Modul 1 · Pertemuan 2 · Sub-CPMK-2
Logika Predikat, Kuantor, dan Aturan Inferensi
Logika, Proposisi, dan Inferensi sebagai Bahasa Formal Sistem Informasi

Tujuan pembelajaran

Memformalkan argumen dalam logika predikat & menilai keabsahan inferensi secara berimbang (tawassuth)

Sub-CPMK-2

Gambaran materi

Mahasiswa memformalkan kalimat ke dalam logika predikat serta menilai validitas argumen melalui aturan inferensi. Metode qiyas (analogi) dalam ushul fiqh diperkenalkan sebagai ilustrasi inferensi logis yang telah lama dipraktikkan dalam tradisi keilmuan Islam, sekaligus melatih diskusi kelompok secara musyawarah (tasyawur).

Materi dan rujukan: Logika Predikat, Kuantor, Aturan Inferensi, Analogi Qiyas. [Utama 1,2; Pendukung 1]

Konteks dan kaitan

Konteks keilmuanKonsep intiKaitan dengan Sistem Informasi
Qiyas dalam Ushul FiqhKuantor, aturan inferensi, validitas argumenPenilaian keabsahan aturan bisnis & query logis

Indikator dan penilaian

Ketepatan translasi kalimat ke logika predikat; ketepatan menilai validitas argumen.

Kriteria dan teknik: Tes tertulis, rubrik tugas; kriteria ketepatan penalaran.

Bobot pertemuan: 7%

Tugas: Penilaian 2 - MatDiskrit SI 2627

Poin materi

Draf tambahan, belum ada di naskah

1. Predikat dan kuantor

Predikat P(x) adalah kalimat terbuka yang menjadi proposisi bila x diberi nilai atau dikuantifikasi. Kuantor universal (∀x) berarti "untuk semua x"; kuantor eksistensial (∃x) berarti "ada x".

Kunci wajib dikuasai: Universal menuntut semua anggota memenuhi; eksistensial cukup satu.

2. Negasi kuantor

Negasi dari ∀x P(x) setara dengan ∃x ~P(x), dan negasi dari ∃x P(x) setara dengan ∀x ~P(x).

Kunci wajib dikuasai: Negasi "semua" menjadi "ada yang tidak".

3. Aturan inferensi

Modus ponens: p -> q dan p, maka q. Modus tollens: p -> q dan ~q, maka ~p. Silogisme hipotetis: p -> q dan q -> r, maka p -> r.

Kunci wajib dikuasai: Kuasai bentuk ketiga aturan beserta contohnya.

4. Validitas argumen

Argumen valid bila kesimpulan pasti benar setiap kali semua premisnya benar. Validitas berbeda dari kebenaran isi premis.

Kunci wajib dikuasai: Valid tidak berarti kesimpulannya benar; periksa bentuknya.

Latihan

Draf tambahan, belum ada di naskah

  1. Ubah "Setiap mahasiswa SI mengambil Matematika Diskrit" ke logika predikat.
  2. Tulis negasi dari "Ada pengguna yang tidak memakai kata sandi kuat".
  3. Valid atau tidak? Jika server mati maka situs tidak dapat diakses. Situs tidak dapat diakses. Jadi server mati.

Catatan latihan

Catatan belajar

◆ GAGASAN DOSEN, UNTUK INDONESIA ◆
Majalah Online Charir Mas Irfan · Modul Kuliah Sistem Informasi

NextGen Digital... Welcome to WhatsApp chat
Howdy! How can we help you today?
Type here...