Pengantar Matematika Diskrit & Logika Proposisi
Sistem Informasi
Dari kalimat sehari-hari, ke simbol, ke tabel kebenaran.
Baca pelan-pelan, coba semua contoh dengan tanganmu sendiri, lalu kerjakan latihan di bagian akhir.
0Peta Belajar
Lihat gambaran besarnya dulu sebelum masuk ke detail
Modul ini disusun untuk belajar mandiri (BT dan BM) sekaligus pendamping tatap muka 3 × 50 menit. Total waktu belajar mandiri yang disarankan sekitar 180 menit, dibagi per bagian seperti di tabel berikut.
| No | Bagian | Yang kamu pelajari | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Mengenal Matematika Diskrit | Apa itu diskrit, kenapa penting untuk Sistem Informasi, peta 16 pertemuan | 15 mnt |
| 2 | Sekilas Sejarah Logika | Dari Aristoteles, tradisi mantiq, sampai George Boole | 10 mnt |
| 3 | Proposisi | Kalimat apa yang boleh disebut proposisi | 20 mnt |
| 4 | Konektif Logika | Negasi, dan, atau, XOR, jika-maka, jika dan hanya jika | 35 mnt |
| 5 | Tabel Kebenaran | Prioritas operator dan langkah menyusun tabel | 30 mnt |
| 6 | Dari Kalimat ke Simbol | Menerjemahkan pernyataan nyata ke ekspresi logika | 20 mnt |
| 7 | Tautologi dan Ekuivalensi | Pengayaan, jembatan menuju pertemuan 2 dan Aljabar Boolean | 15 mnt |
| 8 | Mantiq Corner | Proposisi dan qadhiyyah: dua tradisi, satu semangat berpikir tepat | 10 mnt |
| 9 | Logika dalam Praktik SI | Kode program, SQL, dan aturan akses | 10 mnt |
| 10 | Rangkuman dan Latihan | Lembar contekan, soal latihan, tantangan kelompok | 15 mnt |
Cara memakai modul ini
Kamu akan menemukan lima jenis kotak di sepanjang modul. Kenali warnanya supaya belajarmu lebih cepat:
| Kotak | Gunanya |
|---|---|
| ◆ Definisi hijau | Istilah penting yang perlu kamu pahami dengan tepat. |
| ◆ Tahukah kamu? hijau muda | Fakta menarik dan kaitan dengan dunia nyata. |
| ◆ Awas jebakan! merah muda | Kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa. Baca dua kali. |
| ◆ Coba sendiri abu-abu | Latihan singkat. Kerjakan di kertas dulu, cocokkan di bagian kunci. |
| ◆ Mantiq Corner krem | Jembatan antara logika proposisi dan ilmu mantiq yang akrab di pesantren. |
☆Tujuan Belajar
Apa yang bisa kamu lakukan setelah pertemuan ini
Setelah mempelajari modul ini, kamu mampu:
- Menjelaskan apa itu matematika diskrit dan perannya dalam Sistem Informasi.
- Membedakan proposisi dari kalimat yang bukan proposisi.
- Menerjemahkan kalimat sehari-hari atau kasus Sistem Informasi ke ekspresi logika memakai ¬, ∧, ∨, ⊕, →, dan ↔.
- Menyusun tabel kebenaran sampai tiga variabel dan menentukan nilai kebenaran proposisi majemuk.
- Mengenali tautologi, kontradiksi, kontingensi, dan ekuivalensi logis sederhana (pengayaan).
- Menghubungkan konsep proposisi dengan qadhiyyah dalam ilmu mantiq.
Alur pertemuan tatap muka (150 menit)
| Menit | Kegiatan | Bagian modul |
|---|---|---|
| 0 – 20 | Kontrak belajar, penjelasan RPS, sistem penilaian, nilai-nilai berpikir ilmiah | Bagian 0 |
| 20 – 40 | Pengantar matematika diskrit dan tes diagnostik singkat | Bagian 1, 2 |
| 40 – 80 | Proposisi, negasi, dan konektif | Bagian 3, 4 |
| 80 – 120 | Tabel kebenaran dan menerjemahkan kalimat ke simbol | Bagian 5, 6 |
| 120 – 150 | Kaitan dengan mantiq dan kuis penutup di LMS | Bagian 8, 10 |
Kebiasaan belajar yang kita bawa
Mata kuliah ini mengajak kita menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai kebiasaan berpikir ilmiah, bukan sekadar hiasan. Di pertemuan pertama, wujudnya begini:
| Nilai | Wujud dalam belajar logika |
|---|---|
| Tawassuth (moderat) | Tidak terburu-buru memvonis benar atau salah. Pastikan dulu kalimatnya jelas, baru nilai. |
| Tasamuh (toleran) | Menghargai teman yang menyusun tabel dengan urutan atau cara berbeda, selama hasilnya tepat. |
| Tawazun (seimbang) | Seimbang antara memahami konsep dan berlatih soal. |
| I’tidal (adil, tegak lurus) | Teliti dan jujur saat menilai: satu baris tabel yang salah mengubah seluruh kesimpulan. |
| Tasyawur (musyawarah) | Diskusi kelompok untuk tantangan akhir, setiap anggota didengar. |
Lima nilai di atas dirumuskan di RPS mata kuliah ini. Di pertemuan 1 wujudnya adalah kebiasaan belajar, bukan komponen yang dinilai dalam kuis.
1Mengenal Matematika Diskrit
Matematika tentang hal-hal yang bisa dihitung satu per satu
Apa itu “diskrit”?
Kata diskrit berarti terpisah dan dapat dihitung. Matematika diskrit mempelajari objek-objek yang berdiri sendiri, seperti bilangan bulat, himpunan, pernyataan logika, graf, dan string. Lawannya adalah kontinu: besaran yang bisa bernilai berapa saja di antara dua titik, seperti tinggi badan atau suhu.
| Diskrit | Kontinu | |
|---|---|---|
| Sifat | Terpisah, bisa dicacah satu per satu | Mulus, nilai di antara dua titik tak terhingga banyaknya |
| Contoh | Jumlah mahasiswa satu kelas, banyak baris tabel, jumlah simpul jaringan | Tinggi badan, suhu ruangan, waktu tempuh |
| Alat utama | Logika, himpunan, kombinatorika, graf | Kalkulus, persamaan diferensial |
| Cocok untuk | Komputer, karena data dalam komputer pada akhirnya berupa bit 0 dan 1 | Pemodelan fisik yang mulus |
Kenapa mahasiswa Sistem Informasi perlu ini?
Karena hampir semua yang kamu bangun nanti, seperti basis data, aplikasi, jaringan, dan keamanan, berdiri di atas struktur diskrit. Setiap topik di mata kuliah ini punya “rumah” di dunia SI:
| Topik | Dipakai untuk |
|---|---|
| Logika | Kondisi if pada program, klausa WHERE pada SQL, aturan bisnis dan hak akses |
| Himpunan | Tabel dan operasi himpunan pada basis data (gabung, irisan, selisih) |
| Relasi dan fungsi | Rancangan ERD, kunci primer dan kunci tamu |
| Induksi dan rekursi | Membuktikan algoritma benar, menulis fungsi rekursif |
| Kombinatorika dan peluang | Menghitung ruang kata sandi, merancang skenario pengujian |
| Graf dan pohon | Jaringan komputer, rute terpendek, struktur direktori |
| Aljabar Boolean | Rangkaian digital dan gerbang logika |
| Teori bilangan | Kriptografi dan aritmetika modular |
Berpikir komputasional
Capaian mata kuliah ini adalah berpikir komputasional: memecah masalah besar menjadi bagian kecil, mengenali pola, mengabstraksikan hal yang penting, lalu menyusun langkah penyelesaian. Logika proposisi adalah latihan pertamanya, karena kamu belajar mengubah kalimat yang kabur menjadi bentuk yang pasti dan bisa diperiksa.
Peta perjalanan 16 pertemuan
| Minggu | Topik | Minggu | Topik |
|---|---|---|---|
| 1 | Logika proposisi (kamu di sini) | 9 | Dasar teori graf |
| 2 | Logika predikat dan inferensi | 10 | Graf Euler, Hamilton, lintasan terpendek |
| 3 | Himpunan | 11 | Pohon dan pohon merentang minimum |
| 4 | Relasi dan fungsi | 12 | Aljabar Boolean dan gerbang logika |
| 5 | Induksi dan rekursi | 13 | Peta Karnaugh |
| 6 | Pencacahan, permutasi, kombinasi | 14 | Teori bilangan dan aritmetika modular |
| 7 | Pigeonhole dan peluang diskrit | 15 | Proyek integratif |
| 8 | Ujian Tengah Semester | 16 | Ujian Akhir Semester |
Tabel kebenaran dari minggu ini akan bertemu lagi di Aljabar Boolean (minggu 12) dan penyederhanaan rangkaian (minggu 13). Investasi waktu hari ini tidak sia-sia.
2Sekilas Sejarah Logika
Manusia sudah lama berusaha berpikir dengan tepat
Logika bukan barang baru. Berikut empat pos penting dalam perjalanannya, dari filsafat kuno sampai komputer modern.
| Pos | Tokoh atau karya | Sumbangannya |
|---|---|---|
| Abad ke-4 SM | Aristoteles | Meletakkan dasar logika formal di Yunani kuno, termasuk penalaran berbentuk silogisme. |
| Tradisi mantiq | Para ulama dan filsuf Muslim | Mantiq diterjemahkan, dikembangkan, dan dikaitkan dengan ilmu-ilmu keislaman, misalnya ilmu kalam dan ushul fiqh. |
| Abad ke-16 M | Abdurrahman al-Akhdhari, as-Sullam al-Munawraq fi ‘Ilm al-Mantiq | Nazam ringkas tentang mantiq yang menjadi pegangan pemula di banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam. |
| 1854 | George Boole, An Investigation of the Laws of Thought | Menunjukkan bahwa pernyataan logis dapat dinyatakan sebagai persamaan aljabar. Inilah cikal bakal Aljabar Boolean yang kita pelajari di minggu 12. |
Aljabar buatan Boole kini menjadi bahasa dasar rangkaian digital. Setiap prosesor di gawaimu bekerja dengan gerbang AND, OR, dan NOT, yaitu ∧, ∨, dan ¬ yang akan kamu kenal hari ini.
Perhatikan bahwa dua tradisi, logika matematika modern dan mantiq klasik, sama-sama bertujuan menjaga kita dari kesalahan berpikir. Di bagian 8 kita akan membandingkan keduanya secara jujur: apa yang mirip dan apa yang tidak persis sama.
Sebutkan satu situasi di mana kamu atau temanmu salah menyimpulkan sesuatu karena kalimatnya ambigu. Simpan ceritanya, kita pakai di bagian 6.
3Proposisi
Batu bata pertama dalam logika
Proposisi adalah kalimat deklaratif (pernyataan) yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Nilai kebenaran ditulis T (True, benar) atau F (False, salah).
Kata kuncinya ada dua: kalimatnya berbentuk pernyataan, dan kebenarannya pasti salah satu, tidak ganda dan tidak menggantung.
Mana yang proposisi?
| Kalimat | Proposisi? | Alasan |
|---|---|---|
| Cirebon adalah kota di Provinsi Jawa Barat. | Ya (T) | Pernyataan, nilainya benar. |
| 2 + 3 = 7 | Ya (F) | Pernyataan, nilainya salah. Salah pun tetap proposisi. |
| Jam berapa kuliah dimulai? | Bukan | Kalimat tanya, tidak bisa dinilai benar atau salah. |
| Kerjakan latihan ini! | Bukan | Kalimat perintah. |
| Semoga ujiannya lancar. | Bukan | Kalimat harapan, bukan pernyataan tentang fakta. |
| x + 4 = 10 | Bukan | Kalimat terbuka: benar atau salahnya bergantung pada x. |
| Setiap bilangan prima adalah bilangan ganjil. | Ya (F) | Pernyataan, nilainya salah karena 2 adalah prima dan genap. |
Banyak yang mengira proposisi harus benar. Tidak. Proposisi hanya perlu memiliki nilai kebenaran yang pasti. “2 + 3 = 7” adalah proposisi yang bernilai F.
Bagaimana dengan kalimat “Kalimat ini salah”? Kalau benar, ia jadi salah. Kalau salah, ia jadi benar. Kalimat seperti ini tidak punya nilai kebenaran yang pasti, sehingga tidak dianggap proposisi. Ia jadi bahan klasik untuk membicarakan batas logika.
Variabel proposisional
Supaya ringkas, kita mewakili proposisi dengan huruf kecil: p, q, r, s, dan seterusnya. Huruf-huruf ini disebut variabel proposisional, dan nilainya hanya T atau F.
Proposisi atomik adalah proposisi tunggal yang tidak bisa dipecah lagi.
Proposisi majemuk dibangun dari beberapa proposisi atomik yang dihubungkan dengan konektif logika.
Contoh. Misalkan:
- p: “Hari ini hujan.”
- q: “Saya membawa payung.”
Maka “Hari ini hujan dan saya membawa payung” ditulis p ∧ q. Dari dua proposisi atomik, kita mendapat satu proposisi majemuk. Cara menyambungnya akan kita pelajari di bagian berikutnya.
Mana yang proposisi? Jika proposisi, apakah benar atau salah?
- Tolong matikan proyektor.
- 10 adalah bilangan genap.
- Berapa harga buku ini?
- y² = 9.
- Python adalah bahasa pemrograman.
4Konektif Logika
Lem yang menyambung proposisi kecil menjadi proposisi besar
Ada lima konektif utama (ditambah satu varian). Untuk masing-masing, kita lihat arti, tabel kebenaran, contoh, dan jebakannya. Ingat: T = True (benar), F = False (salah).
4.1 Negasi ¬ p (“tidak”)
Negasi membalik nilai kebenaran. Jika p benar maka ¬ p salah, dan sebaliknya.
| p | ¬ p |
|---|---|
| T | F |
| F | T |
Contoh: p = “Server menyala”, maka ¬ p = “Server tidak menyala”.
Negasi dari “5 > 3” adalah “5 ≤ 3”, bukan “5 < 3”. Ingat, negasi menutup semua kemungkinan lain, termasuk sama dengan.
4.2 Konjungsi p ∧ q (“dan”)
Konjungsi bernilai benar hanya jika keduanya benar. Cukup satu salah, hasilnya salah.
| p | q | p ∧ q |
|---|---|---|
| T | T | T |
| T | F | F |
| F | T | F |
| F | F | F |
Dalam bahasa Indonesia, konjungsi bisa muncul sebagai dan, serta, tetapi, namun, meskipun. Secara logis semuanya sama: kedua bagian benar. “Hari ini tidak hujan, tetapi jalanan macet” berbentuk ¬ p ∧ q. Nuansa “tetapi” hilang di logika, yang tersisa hanya fakta bahwa keduanya benar.
4.3 Disjungsi p ∨ q (“atau”)
Disjungsi (inklusif) bernilai salah hanya jika keduanya salah. Cukup satu benar, hasilnya benar. Artinya “salah satu atau keduanya”.
| p | q | p ∨ q |
|---|---|---|
| T | T | T |
| T | F | T |
| F | T | T |
| F | F | F |
Disjungsi eksklusif p ⊕ q (XOR)
Kadang “atau” berarti salah satu saja, tidak keduanya. Inilah XOR, yang benar jika p dan q berbeda nilai.
| p | q | p ∨ q | p ⊕ q |
|---|---|---|---|
| T | T | T | F |
| T | F | T | T |
| F | T | T | T |
| F | F | F | F |
“Mahasiswa boleh membawa kalkulator atau kamus”: boleh membawa keduanya, jadi ∨ (inklusif). “Kamu mendapat kopi atau teh”: biasanya salah satu saja, jadi ⊕ (eksklusif). Di logika, ∨ selalu inklusif. Kalau maksudnya eksklusif, tulis ⊕.
4.4 Implikasi p → q (“jika p maka q”)
Inilah konektif yang paling sering membuat bingung, jadi kita bahas pelan. Pada p → q, p disebut hipotesis (antesedens) dan q disebut konklusi (konsekuen).
| p | q | p → q |
|---|---|---|
| T | T | T |
| T | F | F |
| F | T | T |
| F | F | T |
Satu-satunya kasus salah adalah hipotesis benar tetapi konklusi salah. Mari pahami lewat analogi janji.
Dosen berjanji: “Jika nilai UTS-mu minimal 90 (p), maka kamu mendapat bonus (q).” Kapan dosen dianggap melanggar janji?
| Nilai UTS ≥ 90 (p) | Dapat bonus (q) | Janji ditepati? (p → q) |
|---|---|---|
| T | T | T, janji ditepati |
| T | F | F, janji dilanggar |
| F | T | T, tidak melanggar (dosen boleh murah hati) |
| F | F | T, tidak melanggar (janji tidak berlaku) |
Jadi kalau p salah, janji tidak bisa dilanggar, sehingga implikasinya dianggap benar. Ini disebut benar secara hampa (vacuous truth).
Satu implikasi, banyak cara mengucapkannya
Semua bentuk berikut bermakna p → q:
| Cara mengucapkan | Contoh (p: hujan turun, q: jalan basah) |
|---|---|
| Jika p, maka q | Jika hujan turun, maka jalan basah. |
| q jika p | Jalan basah jika hujan turun. |
| p hanya jika q | Hujan turun hanya jika jalan basah. |
| p syarat cukup untuk q | Hujan turun adalah syarat cukup agar jalan basah. |
| q syarat perlu untuk p | Jalan basah adalah syarat perlu bagi hujan turun. |
“q jika p” berarti p → q. Tetapi “p hanya jika q” juga berarti p → q, bukan q → p. Kata “hanya jika” menaruh q sebagai syarat bagi p. Contoh: “Pengguna dapat login hanya jika akunnya aktif” berarti (dapat login) → (akun aktif).
Konvers, invers, dan kontraposisi
Dari satu implikasi p → q kita bisa membuat tiga “saudara”:
| Nama | Bentuk | Contoh | Nilainya sama dengan implikasi asli? |
|---|---|---|---|
| Implikasi | p → q | Jika hujan turun, maka jalan basah. | - |
| Konvers | q → p | Jika jalan basah, maka hujan turun. | Tidak selalu |
| Invers | ¬ p → ¬ q | Jika tidak hujan, maka jalan tidak basah. | Tidak selalu |
| Kontraposisi | ¬ q → ¬ p | Jika jalan tidak basah, maka tidak hujan. | Selalu sama |
Buktikan lewat tabel kebenaran. Perhatikan bahwa kolom implikasi dan kolom kontraposisi identik (emas), begitu juga kolom konvers dan invers (biru):
| p | q | p → q | ¬ q → ¬ p | q → p | ¬ p → ¬ q |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | T | T | T | T |
| T | F | F | F | T | T |
| F | T | T | T | F | F |
| F | F | T | T | T | T |
“Jika hujan maka jalan basah” benar. Tetapi dari “jalan basah” kamu tidak bisa menyimpulkan “hujan”, karena bisa saja ada mobil penyiram jalan. Menukar p dan q mengubah makna.
4.5 Biimplikasi p ↔ q (“jika dan hanya jika”)
Biimplikasi bernilai benar jika p dan q bernilai sama, sama-sama T atau sama-sama F. Dibaca “p jika dan hanya jika q”, sering disingkat jhj (bahasa Inggris: iff), atau “p syarat perlu dan cukup bagi q”.
| p | q | p ↔ q |
|---|---|---|
| T | T | T |
| T | F | F |
| F | T | F |
| F | F | T |
Contoh: “Sebuah bilangan bulat genap jika dan hanya jika habis dibagi 2.” Kalau genap maka habis dibagi 2, dan kalau habis dibagi 2 maka genap. Arahnya berlaku dua sisi.
4.6 Lembar rangkuman semua konektif
| p | q | ¬ p | p ∧ q | p ∨ q | p ⊕ q | p → q | p ↔ q |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| T | T | F | T | T | F | T | T |
| T | F | F | F | T | T | F | F |
| F | T | T | F | T | T | T | F |
| F | F | T | F | F | F | T | T |
- AND: semua harus T.
- OR: cukup satu T.
- XOR: harus beda.
- Implikasi: salah hanya pada T → F.
- Biimplikasi: benar jika sama.
Tentukan nilai kebenarannya:
- “Jika 2 + 2 = 5, maka Cirebon adalah ibu kota Indonesia.”
- “3 > 2 jika dan hanya jika 4 adalah bilangan genap.”
- “Bandung adalah ibu kota Jawa Barat atau 1 + 1 = 3.”
- “Bandung adalah ibu kota Jawa Barat dan 1 + 1 = 3.”
5Tabel Kebenaran
Alat untuk memeriksa proposisi majemuk tanpa menebak
5.1 Urutan pengerjaan (prioritas operator)
Seperti perkalian yang didahulukan dari penjumlahan, konektif logika juga punya urutan:
| Prioritas | Operator | Catatan |
|---|---|---|
| 1 (tertinggi) | ¬ | Negasi dikerjakan pertama |
| 2 | ∧ | Konjungsi |
| 3 | ∨ | Disjungsi |
| 4 | → | Implikasi |
| 5 (terendah) | ↔ | Biimplikasi |
Urutan ini mudah terlupa. Biasakan menulis tanda kurung agar maksudmu tidak dibaca lain. Contoh: tulis (p ∧ q) ∨ r, bukan p ∧ q ∨ r.
5.2 Berapa baris yang dibutuhkan?
Setiap variabel punya 2 kemungkinan nilai (T atau F). Dengan n variabel, jumlah baris adalah 2ⁿ.
| Jumlah variabel (n) | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah baris (2ⁿ) | 2 | 4 | 8 | 16 | 32 |
5.3 Lima langkah menyusun tabel
- 1Daftar variabel yang ada pada ekspresi (misalnya p, q, r).
- 2Hitung jumlah baris: 2ⁿ.
- 3Isi kombinasi T/F secara sistematis. Kolom paling kiri berganti paling lambat (separuh T, separuh F), kolom di sebelahnya berganti dua kali lebih cepat, dan seterusnya. Baris pertama semua T, baris terakhir semua F.
- 4Buat kolom bantu untuk setiap bagian ekspresi, dari yang paling dalam (dalam kurung, negasi) ke luar.
- 5Hitung kolom akhir dari kolom-kolom bantu.
5.4 Contoh 1: (p ∨ q) → ¬ r
Tiga variabel, jadi 8 baris. Kolom bantu: p ∨ q dan ¬ r. Kolom akhir ditandai emas.
| p | q | r | p ∨ q | ¬ r | (p ∨ q) → ¬ r |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | T | T | F | F |
| T | T | F | T | T | T |
| T | F | T | T | F | F |
| T | F | F | T | T | T |
| F | T | T | T | F | F |
| F | T | F | T | T | T |
| F | F | T | F | F | T |
| F | F | F | F | T | T |
Baca satu baris untuk memastikan: baris pertama p=T, q=T, r=T. Maka p ∨ q = T dan ¬ r = F, sehingga T → F = F. Cocok dengan kolom akhir.
5.5 Contoh 2 (kasus SI): aturan akses fitur
Sebuah sistem akademik memberi akses fitur “Ubah Nilai” dengan aturan: pengguna harus terautentikasi, dan perannya admin atau dosen. Misalkan a = terautentikasi, b = peran admin, c = peran dosen. Aturannya a ∧ (b ∨ c).
| a | b | c | b ∨ c | a ∧ (b ∨ c) |
|---|---|---|---|---|
| T | T | T | T | T |
| T | T | F | T | T |
| T | F | T | T | T |
| T | F | F | F | F |
| F | T | T | T | F |
| F | T | F | T | F |
| F | F | T | T | F |
| F | F | F | F | F |
Dari tabel terlihat akses hanya diberikan pada baris saat a benar dan setidaknya salah satu dari b atau c benar. Perhatikan: pengguna yang tidak terautentikasi (a=F) tidak pernah mendapat akses, apa pun perannya. Beginilah tabel kebenaran dipakai untuk memeriksa aturan bisnis sebelum ditulis menjadi kode.
Susun tabel kebenaran ¬ p ∨ q (4 baris). Bandingkan kolom akhirnya dengan kolom p → q di bagian 4.4. Apa yang kamu temukan?
6Dari Kalimat ke Simbol
Keterampilan paling berguna: menerjemahkan bahasa manusia ke logika
6.1 Lima langkah menerjemahkan
- 1Temukan pernyataan atomik (kalimat tunggal yang bisa benar atau salah).
- 2Beri simbol (p, q, r, ...) dan tulis kamusnya: p = ...
- 3Cari kata penghubung dan cocokkan dengan konektif.
- 4Susun ekspresi dengan tanda kurung yang jelas.
- 5Baca balik: ubah lagi ekspresimu ke kalimat. Kalau maknanya sama dengan aslinya, berarti benar.
6.2 Kamus kata kunci
| Kata dalam kalimat | Konektif |
|---|---|
| tidak, bukan, tidak benar bahwa | ¬ |
| dan, serta, tetapi, namun, meskipun, sedangkan | ∧ |
| atau (salah satu atau keduanya) | ∨ |
| atau (salah satu saja) | ⊕ |
| jika ... maka, apabila, bila, q jika p, p syarat cukup untuk q | p → q |
| p hanya jika q, q syarat perlu untuk p | p → q |
| jika dan hanya jika, syarat perlu dan cukup | p ↔ q |
6.3 Contoh terkerjakan
| Kalimat | Kamus | Ekspresi |
|---|---|---|
| Jika saldo cukup dan PIN benar, maka transaksi berhasil. | p saldo cukup; q PIN benar; r transaksi berhasil | (p ∧ q) → r |
| Pengguna dapat login hanya jika akunnya aktif. | p dapat login; q akun aktif | p → q |
| Aplikasi tidak dapat diakses jika server mati atau jaringan terputus. | s server mati; j jaringan terputus; a aplikasi dapat diakses | (s ∨ j) → ¬ a |
| Santri boleh pulang jika sudah izin dan tidak sedang ada ujian. | i sudah izin; u sedang ada ujian; b boleh pulang | (i ∧ ¬ u) → b |
| Hari ini tidak hujan, tetapi jalanan macet. | p hari ini hujan; q jalanan macet | ¬ p ∧ q |
| Bilangan bulat itu genap jika dan hanya jika habis dibagi 2. | g bilangan genap; d habis dibagi 2 | g ↔ d |
Contoh kedua: “dapat login hanya jika akun aktif” menjadi p → q, bukan q → p. Kalau ditulis q → p, artinya “akun aktif pasti bisa login”, padahal bisa jadi password-nya masih salah.
6.4 Sebaliknya: dari simbol ke kalimat
Diketahui p = “Kamu belajar rutin”, q = “Kamu lulus ujian”, r = “Kamu mengulang”. Terjemahkan (p ∧ ¬ q) → r.
Jawab: “Jika kamu belajar rutin dan tidak lulus ujian, maka kamu mengulang.”
Kalimat “Andi pintar dan rajin atau jujur” bisa berarti (p ∧ q) ∨ r atau p ∧ (q ∨ r). Keduanya berbeda nilai kebenarannya. Sebelum menerjemahkan, tanyakan maksud pembicara. Inilah tawassuth dalam berpikir ilmiah: jangan memutus sebelum maknanya jelas.
Ingat cerita kalimat ambigu dari bagian 2? Terjemahkan kalimat itu ke logika dengan dua tafsir berbeda. Apakah keduanya menghasilkan nilai kebenaran yang sama?
7Tautologi, Kontradiksi, dan Ekuivalensi
Pengayaan: jembatan menuju pertemuan 2 dan Aljabar Boolean
Tidak semuanya harus tuntas di kelas, tetapi kamu akan memerlukannya pada inferensi (minggu 2) dan Aljabar Boolean (minggu 12).
7.1 Tiga jenis proposisi majemuk
Tautologi: selalu benar, apa pun nilai variabelnya.
Kontradiksi: selalu salah, apa pun nilai variabelnya.
Kontingensi: kadang benar, kadang salah, tergantung nilai variabelnya.
| p | q | p ∨ ¬ p | p ∧ ¬ p | p ∧ q |
|---|---|---|---|---|
| T | T | T | F | T |
| T | F | T | F | F |
| F | T | T | F | F |
| F | F | T | F | F |
Kolom 1 semuanya T, jadi p ∨ ¬ p adalah tautologi (“hujan atau tidak hujan” pasti benar). Kolom 2 semuanya F, jadi p ∧ ¬ p adalah kontradiksi (tidak mungkin hujan dan tidak hujan sekaligus). Kolom 3 campuran, jadi p ∧ q adalah kontingensi.
7.2 Ekuivalensi logis
Dua proposisi majemuk dikatakan ekuivalen (ditulis P ≡ Q) jika tabel kebenarannya identik: nilai kolom akhirnya sama di setiap baris.
Contoh penting yang sudah kamu temukan di Latihan cepat 3: implikasi dapat ditulis ulang tanpa tanda panah.
| p | q | p → q | ¬ p ∨ q |
|---|---|---|---|
| T | T | T | T |
| T | F | F | F |
| F | T | T | T |
| F | F | T | T |
Kolomnya identik, jadi p → q ≡ ¬ p ∨ q. Jika tidak punya operator implikasi (misalnya di bahasa pemrograman), kamu menulisnya sebagai !p || q.
Hukum De Morgan
Hukum ini menjawab pertanyaan: bagaimana menegasikan “dan” dan “atau”?
| p | q | ¬(p ∧ q) | ¬ p ∨ ¬ q | ¬(p ∨ q) | ¬ p ∧ ¬ q |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | F | F | F | F |
| T | F | T | T | F | F |
| F | T | T | T | F | F |
| F | F | T | T | T | T |
Kolom 1 sama dengan kolom 2, dan kolom 3 sama dengan kolom 4. Maka ¬(p ∧ q) ≡ ¬ p ∨ ¬ q dan ¬(p ∨ q) ≡ ¬ p ∧ ¬ q. Dalam kata-kata: negasi dari “dan” adalah “atau” dengan masing-masing bagian dinegasikan, dan sebaliknya.
Negasi dari “Pengguna terautentikasi dan akunnya aktif” adalah “Pengguna tidak terautentikasi atau akunnya tidak aktif”. Pesan galat pada form login sering disusun dengan cara ini.
7.3 Hukum-hukum dasar ringkas
| Nama hukum | Bentuk |
|---|---|
| Identitas | p ∧ T ≡ p, p ∨ F ≡ p |
| Dominasi | p ∨ T ≡ T, p ∧ F ≡ F |
| Idempoten | p ∨ p ≡ p, p ∧ p ≡ p |
| Negasi ganda | ¬(¬ p) ≡ p |
| Komutatif | p ∨ q ≡ q ∨ p, p ∧ q ≡ q ∧ p |
| Distributif | p ∧ (q ∨ r) ≡ (p ∧ q) ∨ (p ∧ r) |
| Absorpsi | p ∨ (p ∧ q) ≡ p, p ∧ (p ∨ q) ≡ p |
| Negasi | p ∨ ¬ p ≡ T, p ∧ ¬ p ≡ F |
| Implikasi | p → q ≡ ¬ p ∨ q |
| Kontraposisi | p → q ≡ ¬ q → ¬ p |
| Biimplikasi | p ↔ q ≡ (p → q) ∧ (q → p) |
Pilih satu hukum di atas yang belum pernah kamu buktikan (misalnya absorpsi), lalu buktikan dengan tabel kebenaran 4 baris.
8Mantiq Corner
Proposisi dan qadhiyyah: dua tradisi, satu semangat berpikir tepat
Jika kamu pernah mengaji kitab mantiq di pesantren, misalnya as-Sullam al-Munawraq karya Abdurrahman al-Akhdhari, sebagian isi modul ini akan terasa seperti bertemu teman lama. Kitab itu memang dipakai luas sebagai pegangan dasar ilmu mantiq (logika) di pesantren dan perguruan tinggi Islam. Yang berbeda adalah “bahasa” dan simbolnya.
Qadhiyyah = proposisi
Dalam ilmu mantiq, qadhiyyah dipahami sebagai pernyataan yang dapat dinilai benar atau salah (Hidayat dkk.). Ini sejalan dengan definisi proposisi di bagian 3. Seperti proposisi, kalimat tanya dan kalimat perintah bukan qadhiyyah.
Jenis qadhiyyah dan padanan terdekatnya
Tulisan-tulisan mantiq membagi qadhiyyah, antara lain, menjadi hamliyyah, syarthiyyah muttashilah, dan syarthiyyah munfashilah (Hidayat dkk.; pembagian syarthiyyah menjadi muttashilah dan munfashilah juga dibahas dalam analisis Ibn Sina, lihat Chatti). Kita bandingkan dengan logika proposisi:
| Istilah mantiq | Ciri | Contoh | Padanan terdekat |
|---|---|---|---|
| Hamliyyah | Menetapkan hubungan subjek dan predikat | Santri itu rajin. | Proposisi atomik p |
| Syarthiyyah muttashilah | Bersyarat: “jika ... maka ...” | Jika matahari terbit, maka siang ada. | Implikasi p → q |
| Syarthiyyah munfashilah | Memisahkan: “atau” | Bilangan itu genap atau ganjil. | Disjungsi p ∨ q |
Pembagian dalam mantiq lebih kaya dan punya syarat-syarat tersendiri (misalnya, jenis pemisahan pada qadhiyyah munfashilah). Karena itu pemetaan di atas adalah pendekatan untuk membantu memahami, bukan klaim bahwa keduanya identik. Bersikap adil pada dua tradisi ini adalah praktik i’tidal.
Tanaqudh dan negasi
Dalam mantiq dikenal tanaqudh (kontradiksi), yaitu hubungan dua proposisi yang saling menafikan secara mutlak (Hidayat dkk.). Intuisinya mirip pasangan p dan ¬ p: keduanya tidak mungkin sama-sama benar dan tidak mungkin sama-sama salah, sebagaimana kolom p ∧ ¬ p yang semuanya F di bagian 7.
Menyelami lebih jauh
- Untuk pembaca berbahasa Indonesia, syarah Belajar Mudah Ilmu Mantik karya Iman S. Muminin mengulas as-Sullam al-Munawraq, termasuk bab tentang proposisi dan hukum-hukumnya.
- Perbandingan lebih rinci akan sangat menarik menjadi bahan proyek integratif di minggu 15.
Dalam kelompok 3 sampai 4 orang, ambil tiga kalimat dari pelajaran mantiq atau percakapan sehari-hari. Tentukan mana yang berbentuk qadhiyyah (proposisi), lalu terjemahkan ke simbol logika. Catat bagian mana yang pas dan bagian mana yang tidak pas dipetakan. Dengarkan semua anggota sebelum menyimpulkan.
9Logika dalam Praktik SI
Dari simbol di kertas ke baris kode dan query
9.1 Operator logika di bahasa pemrograman dan SQL
| Logika | Python | JavaScript / Java / C | SQL |
|---|---|---|---|
| ¬ p | not p | !p | NOT p |
| p ∧ q | p and q | p && q | p AND q |
| p ∨ q | p or q | p || q | p OR q |
| p → q | (not p) or q | !p || q | NOT p OR q |
Tidak ada operator implikasi bawaan di bahasa-bahasa tersebut. Itulah gunanya kesetaraan p → q ≡ ¬ p ∨ q dari bagian 7.
# Contoh Python: saldo cukup DAN PIN benar
if saldo >= harga and pin_benar:
proses_transaksi()
else:
tolak()
Pada p and q di Python, atau p && q di banyak bahasa lain, jika p sudah salah maka q tidak dievaluasi lagi karena hasilnya pasti F. Ini bisa menyelamatkan program dari galat, misalnya memeriksa x != 0 sebelum membagi dengan x. Cek dokumentasi bahasa yang kamu pakai.
9.2 Prioritas operator di SQL: AND didahulukan dari OR
Prioritas yang kita pelajari di bagian 5 muncul nyata di SQL. Bandingkan dua query berikut:
-- Versi 1: (aktif AND semester 1) OR beasiswa
SELECT nama FROM mahasiswa
WHERE status = 'aktif' AND semester = 1 OR beasiswa = 'ya';
-- Versi 2: aktif AND (semester 1 OR beasiswa)
SELECT nama FROM mahasiswa
WHERE status = 'aktif' AND (semester = 1 OR beasiswa = 'ya');
Misalkan s = status aktif, m = semester 1, b = beasiswa. Versi 1 adalah (s ∧ m) ∨ b, sedangkan Versi 2 adalah s ∧ (m ∨ b). Perhatikan hasil pada empat mahasiswa contoh:
| Mahasiswa | aktif (s) | semester 1 (m) | beasiswa (b) | Versi 1 | Versi 2 |
|---|---|---|---|---|---|
| Ani | T | T | F | T | T |
| Budi | F | T | T | T | F |
| Citra | T | F | T | T | T |
| Dedi | T | F | F | F | F |
Budi tidak aktif tetapi punya beasiswa. Versi 1 mengikutsertakannya, Versi 2 tidak. Satu pasang tanda kurung mengubah hasil laporan. Ini alasan kuat kenapa tanda kurung wajib jadi kebiasaan.
Karena adanya NULL (nilai tidak diketahui), SQL memakai logika tiga nilai: TRUE, FALSE, dan UNKNOWN. Kondisi yang bernilai UNKNOWN tidak meloloskan baris. Kita pakai logika dua nilai (T dan F) pada mata kuliah ini, tetapi ingat bahwa dunia nyata kadang lebih rumit.
Sebuah aplikasi presensi memutuskan “mahasiswa boleh ikut ujian jika kehadirannya cukup dan tugas terkumpul, atau punya izin dispensasi”. Tulis kamusnya, ekspresinya, lalu cari baris pada tabel kebenaran yang masih menimbulkan tanda tanya terkait keadilan aturan. Bagaimana kalau mahasiswa dengan dispensasi tapi tugas kosong?
10Rangkuman dan Latihan
Lembar contekan, soal latihan, dan tantangan kelompok
10.1 Lembar contekan satu halaman
| Konektif | Simbol | Dibaca | Benar jika ... |
|---|---|---|---|
| Negasi | ¬ p | tidak p | p salah |
| Konjungsi | p ∧ q | p dan q | keduanya benar |
| Disjungsi | p ∨ q | p atau q | minimal salah satu benar |
| Disjungsi eksklusif | p ⊕ q | p atau q, tidak keduanya | p dan q berbeda |
| Implikasi | p → q | jika p maka q | selain kasus p benar dan q salah |
| Biimplikasi | p ↔ q | p jika dan hanya jika q | p dan q sama nilainya |
Lima hal yang wajib diingat
- Proposisi = pernyataan yang pasti bernilai benar atau salah. Salah pun tetap proposisi.
- Urutan operator: ¬, ∧, ∨, →, ↔. Biasakan memakai tanda kurung.
- p → q salah hanya ketika p benar dan q salah.
- “hanya jika” berarti p → q, bukan q → p. Implikasi ekuivalen dengan kontraposisinya, bukan dengan konvers atau inversnya.
- Variabel n menghasilkan 2ⁿ baris. Susun tabel secara sistematis agar tidak ada yang terlewat.
10.2 Latihan A: pilihan ganda
Pilih satu jawaban yang paling tepat. Klik pilihanmu untuk langsung tahu benar atau salah. Pembahasan lengkap ada di bagian kunci.
1. Manakah yang merupakan proposisi?
2. Jika p benar dan q salah, nilai kebenaran p → q adalah ...
3. “Pengguna dapat mengunduh berkas hanya jika sudah login.” Dengan p = dapat mengunduh dan q = sudah login, bentuk simbolisnya adalah ...
4. Konvers dari “Jika hujan turun, maka jalan basah” adalah ...
5. Tabel kebenaran dengan 4 variabel proposisi memiliki ... baris.
6. Proposisi p ∨ ¬ p disebut ...
7. Jika p = T, q = F, r = F, maka nilai (p ∧ ¬ q) → r adalah ...
8. Yang ekuivalen dengan ¬(p ∨ q) adalah ...
10.3 Latihan B: uraian
- Tentukan mana yang proposisi, dan beri nilai kebenarannya:
- (a) Indonesia merdeka pada tahun 1945.
- (b) Mari belajar bersama!
- (c) 3 + 4 = 8.
- (d) 9 habis dibagi 3 dan 9 adalah bilangan genap.
- Terjemahkan ke logika (tulis kamusnya):
- (a) “Jika baterai habis atau layar rusak, maka ponsel tidak dapat digunakan.”
- (b) “Dokumen dapat dicetak hanya jika printer terhubung.”
- (c) “Tidak benar bahwa server aktif dan basis data terhubung.”
- Susun tabel kebenaran (p → q) ∧ (q → p) dan bandingkan dengan p ↔ q.
- Susun tabel kebenaran ¬ p ∨ (q ∧ r) (8 baris).
- Tuliskan konvers, invers, dan kontraposisi dari “Jika sebuah bilangan habis dibagi 4, maka bilangan itu genap.” Mana yang benar dan mana yang salah? Berikan contoh penyangkal bila ada.
- Periksa dengan tabel kebenaran apakah (p ∧ q) → (p ∨ q) adalah tautologi.
10.4 Latihan C: tantangan kelompok (tasyawur)
Perpustakaan kampus merumuskan aturan: “Mahasiswa dapat meminjam buku jika (ia terdaftar aktif dan tidak memiliki denda), atau (ia memiliki surat izin pustakawan).”
- Tulis kamus variabelnya dan ekspresi logikanya.
- Susun tabel kebenaran 8 baris.
- Diskusikan dalam kelompok: apakah aturan sudah adil? Bagaimana dengan mahasiswa yang tidak aktif tetapi punya surat izin?
- Rumuskan perbaikan aturan bila perlu, dan nyatakan hasil rumusannya kembali dalam logika.
Pastikan setiap anggota kelompok mendapat giliran berpendapat sebelum kelompok memutuskan.
10.5 Cek diri
Ketuk kotak pada pernyataan yang sudah kamu kuasai. Pernyataan yang belum dicentang adalah bagian yang perlu kamu baca ulang atau tanyakan.
| Saya sudah mampu ... | Sudah |
|---|---|
| membedakan proposisi dari kalimat tanya, perintah, dan kalimat terbuka | |
| menyebutkan tabel kebenaran enam konektif dari ingatan | |
| mengucapkan implikasi dalam minimal tiga cara berbeda | |
| menerjemahkan kalimat sehari-hari ke ekspresi logika dengan kamus variabel | |
| menyusun tabel kebenaran tiga variabel secara sistematis | |
| menjelaskan hubungan sederhana antara proposisi dan qadhiyyah |
KKunci Jawaban dan Pembahasan
Cocokkan setelah kamu mencoba sendiri. Mengintip dulu tidak ikut belajar.
Latihan cepat 1 (bagian 3)
| No | Jawaban | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | Bukan proposisi | Kalimat perintah |
| 2 | Proposisi, T | 10 memang genap |
| 3 | Bukan proposisi | Kalimat tanya |
| 4 | Bukan proposisi | Kalimat terbuka, bergantung nilai y |
| 5 | Proposisi, T | Pernyataan faktual yang benar |
Latihan cepat 2 (bagian 4)
| No | Jawaban | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | Benar | Hipotesis salah (2+2 bukan 5), implikasi benar secara hampa |
| 2 | Benar | T ↔ T = T |
| 3 | Benar | T ∨ F = T |
| 4 | Salah | T ∧ F = F |
Latihan cepat 3 (bagian 5)
| p | q | ¬ p | ¬ p ∨ q | p → q |
|---|---|---|---|---|
| T | T | F | T | T |
| T | F | F | F | F |
| F | T | T | T | T |
| F | F | T | T | T |
Kolom ¬ p ∨ q identik dengan p → q, jadi keduanya ekuivalen.
Latihan A: pilihan ganda
| No | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jawaban | c | b | b | a | c | d | a | c |
- 1. Hanya “7 adalah bilangan prima” yang berupa pernyataan dengan nilai pasti.
- 2. T → F = F, satu-satunya kasus salah pada implikasi.
- 3. “hanya jika” menempatkan p → q.
- 4. Konvers menukar hipotesis dan konklusi.
- 5. 2⁴ = 16.
- 6. Selalu benar, jadi tautologi.
- 7. ¬ q = T, p ∧ ¬ q = T, lalu T → F = F, jadi Salah.
- 8. De Morgan: ¬(p ∨ q) ≡ ¬ p ∧ ¬ q.
Latihan B: uraian
B1. (a) Proposisi, T. (b) Bukan (ajakan). (c) Proposisi, F. (d) Proposisi, F, karena 9 tidak genap (konjungsi dengan satu bagian salah).
B2. (a) b = baterai habis, l = layar rusak, d = ponsel dapat digunakan: (b ∨ l) → ¬ d. (b) c = dokumen dapat dicetak, t = printer terhubung: c → t. (c) a = server aktif, k = basis data terhubung: ¬(a ∧ k).
B3. Kolom (p → q) ∧ (q → p) identik dengan kolom p ↔ q:
| p | q | p → q | q → p | (p → q) ∧ (q → p) | p ↔ q |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | T | T | T | T |
| T | F | F | T | F | F |
| F | T | T | F | F | F |
| F | F | T | T | T | T |
B4.
| p | q | r | ¬ p | q ∧ r | ¬ p ∨ (q ∧ r) |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | T | F | T | T |
| T | T | F | F | F | F |
| T | F | T | F | F | F |
| T | F | F | F | F | F |
| F | T | T | T | T | T |
| F | T | F | T | F | T |
| F | F | T | T | F | T |
| F | F | F | T | F | T |
B5. Implikasi asli: benar. Konvers: “Jika bilangan itu genap, maka habis dibagi 4” (salah, contoh penyangkal: 6). Invers: “Jika bilangan itu tidak habis dibagi 4, maka tidak genap” (salah, contoh penyangkal: 6). Kontraposisi: “Jika bilangan itu tidak genap (ganjil), maka tidak habis dibagi 4” (benar, ekuivalen dengan implikasi asli).
B6. Kolom akhir semuanya T, jadi tautologi:
| p | q | p ∧ q | p ∨ q | (p ∧ q) → (p ∨ q) |
|---|---|---|---|---|
| T | T | T | T | T |
| T | F | F | T | T |
| F | T | F | T | T |
| F | F | F | F | T |
Latihan C: tantangan kelompok
Kamus: a = terdaftar aktif, d = memiliki denda, s = punya surat izin pustakawan. Ekspresi: (a ∧ ¬ d) ∨ s.
| a | d | s | ¬ d | a ∧ ¬ d | (a ∧ ¬ d) ∨ s |
|---|---|---|---|---|---|
| T | T | T | F | F | T |
| T | T | F | F | F | F |
| T | F | T | T | T | T |
| T | F | F | T | T | T |
| F | T | T | F | F | T |
| F | T | F | F | F | F |
| F | F | T | T | F | T |
| F | F | F | T | F | F |
Pembahasan diskusi: pada baris saat a = F dan s = T, aturan tetap membolehkan meminjam. Dengan kata lain, surat izin mengalahkan syarat keaktifan dan denda. Kelompok perlu menimbang apakah itu memang dikehendaki. Jika tidak, aturan bisa diubah menjadi a ∧ (¬ d ∨ s), yang tetap mewajibkan status aktif. Tidak ada jawaban tunggal: yang dinilai adalah ketepatan menerjemahkan, ketelitian tabel, dan kualitas musyawarah.
GGlosarium
Istilah penting di pertemuan 1
| Istilah | Bahasa Inggris | Arti singkat |
|---|---|---|
| Proposisi | proposition | Pernyataan yang pasti benar atau salah |
| Variabel proposisional | propositional variable | Huruf (p, q, r, ...) pewakil proposisi |
| Konektif logika | logical connective | Penghubung proposisi: ¬, ∧, ∨, ⊕, →, ↔ |
| Negasi | negation | Pembalik nilai kebenaran |
| Konjungsi | conjunction | Benar jika kedua bagian benar |
| Disjungsi | disjunction | Benar jika minimal satu bagian benar |
| Disjungsi eksklusif | exclusive or (XOR) | Benar jika tepat satu bagian benar |
| Implikasi | implication / conditional | Pernyataan jika-maka |
| Hipotesis (antesedens) | hypothesis / antecedent | Bagian “jika” pada implikasi |
| Konklusi (konsekuen) | conclusion / consequent | Bagian “maka” pada implikasi |
| Biimplikasi | biconditional | Benar jika kedua bagian bernilai sama |
| Konvers | converse | Implikasi dengan hipotesis dan konklusi ditukar |
| Invers | inverse | Implikasi dengan kedua bagian dinegasikan |
| Kontraposisi | contrapositive | Tukar dan negasikan keduanya, ekuivalen dengan asli |
| Tabel kebenaran | truth table | Daftar nilai kebenaran untuk semua kombinasi variabel |
| Tautologi | tautology | Selalu benar |
| Kontradiksi | contradiction | Selalu salah |
| Kontingensi | contingency | Kadang benar, kadang salah |
| Ekuivalensi logis | logical equivalence | Dua proposisi dengan tabel kebenaran identik |
| Qadhiyyah | (istilah mantiq) | Pernyataan yang dapat dinilai benar atau salah |
PDaftar Pustaka
Rujukan untuk belajar lebih jauh
Pustaka utama
Rosen, K.H. (2019). Discrete Mathematics and Its Applications (8th ed.). New York: McGraw-Hill Education. Bab 1 (The Foundations: Logic and Proofs), Subbab 1.1 Propositional Logic, 1.2 Applications of Propositional Logic, dan 1.3 Propositional Equivalences.
Munir, R. (2020). Matematika Diskrit (Edisi Revisi Ketujuh). Bandung: Informatika.
Epp, S.S. (2019). Discrete Mathematics with Applications (5th ed.). Cengage Learning.
Sejarah logika
Boole, G. (1854). An Investigation of the Laws of Thought, on Which Are Founded the Mathematical Theories of Logic and Probabilities. London: Walton and Maberly.
Ilmu mantiq
Al-Akhdhari, ‘A. as-Sullam al-Munawraq fi ‘Ilm al-Mantiq (nazam tentang ilmu mantiq).
Muminin, I.S. Belajar Mudah Ilmu Mantik (syarah atas as-Sullam al-Munawraq).
Hidayat, D., dkk. Konsep Tanaqudh dalam Ilmu Mantiq sebagai Prinsip Penentuan Kebenaran Proposisi. Sindoro: Cendikia Pendidikan. https://cibinstitute.id/index.php/sindoro/article/view/5935
Chatti, S. (2022). On some ambiguities in Ibn Sīnā’s analysis of the quantified hypothetical propositions. Arabic Sciences and Philosophy. Cambridge University Press.
Selain rujukan di atas, bahan ajar ini memakai contoh-contoh buatan sendiri untuk keperluan pembelajaran. Skenario seperti aturan perpustakaan, presensi, dan akses fitur bersifat ilustrasi, bukan kebijakan nyata institusi mana pun.
Gabung dalam percakapan